August 05, 2021
00 00 00 AM
5 Cara Ampuh Mengurangi Rasa Sakit Kontraksi Mau Melahirkan
Kenali Gejala Disentri Pada Anak
Promo Toyota Jakarta Pusat Terbaik Akhir Tahun
Latest Post
5 Cara Ampuh Mengurangi Rasa Sakit Kontraksi Mau Melahirkan Kenali Gejala Disentri Pada Anak Promo Toyota Jakarta Pusat Terbaik Akhir Tahun
Kenali Gejala Disentri Pada Anak

Kenali Gejala Disentri Pada Anak

Disentri adalah sekelompok gejala seperti diare berdarah, lendir pada tinja, dan nyeri saat buang air besar. Dalam praktiknya, diare berdarah bisa dijadikan sebagai tanda kecurigaan adanya disentri.

Penyebab disentri adalah infeksi bakteri atau amuba. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan sebagian besar bakteri Shigella dikenal sebagai disentri basiler dan merupakan penyebab disentri yang paling umum pada anak-anak.

Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh amuba dikenal dengan istilah disentri amentik. Dirangkum dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala disentri pada anak biasanya diare berdarah, demam, sakit perut, terutama sebelum buang air besar.

Selain itu, pemeriksaan tinja rutin juga menunjukkan peningkatan jumlah leukosit dan eritrosit, dan pemeriksaan kultur tinja dapat menemukan kuman penyebab.

Namun, sakit perut saat buang air besar seringkali tidak terlihat oleh anak-anak yang lebih kecil karena mereka umumnya tidak dapat menggambarkan gangguan tersebut.

Infeksi menyebar melalui tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi dan biasanya terjadi di daerah dengan kebersihan pribadi yang buruk.

Jumlah Shigella yang dibutuhkan untuk menyebabkan penyakit ini sangat sedikit. Sekitar 15 persen dari semua kasus diare pada anak di bawah usia 5 tahun adalah disentri.

Pencegahan disentri bisa dilakukan secara sederhana, melalui kebersihan diri dan lingkungan.

Kebersihan diri dimulai dengan mencuci tangan anak, pengasuh, dan orang tua yang menggunakan sabun untuk membunuh kuman.

Pengobatan disentri pada anak-anak

Anak penderita disentri bisa mengalami dehidrasi, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Dehidrasi terjadi karena banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui diare.

Anak penderita disentri bisa mengalami dehidrasi, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Dehidrasi terjadi karena banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui diare.

Anak penderita disentri harus diberi minum yang cukup, terutama jika sedang demam. Infus diberikan saat bayi mengalami dehidrasi berat atau kesulitan mendapatkan makanan karena kehilangan nafsu makan.

Selama bayi siap minum dan makan dalam jumlah yang cukup, infus tidak diperlukan. Makanan harus diberikan dalam porsi kecil tapi sering.

Pilih makanan yang kaya energi dan nutrisi yang disukai anak Anda. Berikan juga makanan lain setiap hari dengan menu yang sama minimal 1 minggu setelah diare berhenti.

Menyusui sangat dianjurkan untuk anak-anak penderita disentri. Disentri biasanya juga diobati dengan antibiotik.

Selain itu, anak harus dipantau setelah 2 hari untuk tanda-tanda pemulihan, termasuk tidak adanya demam, frekuensi buang air besar menurun dan jumlah tinja dengan volume darah sedikit atau tidak ada dan nafsu makan meningkat.

Jika tidak ada perubahan dalam 3 hari, kondisi lain harus dipertimbangkan, dengan mempertimbangkan penggantian antibiotic agar kesehatan anak kembali membaik.